Makalah Wawasan Budi Luhur


Ini adalah tugas Wawasan Budi Luhur (Pak Soeroso) tentang Moral Remaja . Disusun oleh : Muntiyara Anindita dan Hendy Satriawan ..

BAB I
PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Manusia sebagai makhluk Zone Politicon tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain hubungan ini akan selalu saling terkait  tidak mungkin dapat dipisahkan dari berbagai kebutuhan hidup manusia.Dari fase perkembangan manusia, yang paling penting dan menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Lalu ada apakah di masa remaja ? Seberepa pentingkah para remaja tersebut?

Masa remaja adalah periode transisi antara anak-anak dan dewasa. Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu berproduksi. Remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Dalam diri manusia terdapat 2 unsur, yaitu jasmani dan rohani. Jasmani adalah unsur yang dapat dilihat dan disentuh oleh panca Indera, sedangkan rohani merupakan unsur yang tidak dilihat dan disentuh panca indera. Jamani adalah bagian manusia yang melakukan gerakan fisik seperti : bernafas, makan, minum, berjalan dll. Sedangkan rohani melakukan aktifitas berfikir, yang mendorong manusia membedakan yang baik dan yang  buruk. perbedaan yang ada menjadikan mereka itu saling membantu, tolong menolong dalam hal kebaikan.

Kebutuhan Hidup manusia secara umum terbagi dua, ada yang bersifat bersifat materiil  seperti sandang, pangan, dan papan; dan ada pula yang bersifat nonmateriil seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, kenyamanan, hiburan, dan kebersamaan. Karena kebutuhan hidup harus diusahakan, maka berbagai sarana dan prasarana yang mengacu kepada terpenuhinya kebutuhah itu harus diusahakan pula, seperti pendidikan, gedung sekolah, untuk, makanan adalah pabrik makanan, dan sebagainya.

Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja adalah mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompok dari padanya dan kemudian mau membentuk perilakunya agar sesuai dengan harapan sosial tanpa terus dibimbing, diawasi didorong dan diancam hukuman seperti yang dialami waktu anak-anak.

 

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah “Perkembangan Moral para Remaja” dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana perkembangan moral remaja ?
  2. Bagaimana perkembangan keagamaan remaja ?
  3. Apa sajakah ciri-ciri remaja yang baik ?
  4. Apa sajakah tugas para remaja ?
  5. Faktor apa saja yang terjadi pada para remaja ?
  6. Bagaimana pula cara orang tua menangani masalah remaja ?

 

C. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Makalah ini terdiri dari tiga bab, yaitu pertama Pendahuluan meliputi Latar belakang masalah, perumusan masalah, sistematika pembahasan dan kegunaan pembahasan. Bab dua berisi Pembahasan. Sedangkan bab tiga berisi Penutup, meliputi Kesimpulan serta Kritik dan Saran.

 

D. KEGUNAAN PEMBAHASAN

a)     Adapun Manfaat penulisan Makalah ini adalah sebagai berikut :
Bagi saya pembahasan ini merupakan wahana latihan pengembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan Makalah yang bertema berbudi luhur.

b)    Dengan adanya pembahasan ini tentunya kami semua akan semakin memperkaya ilmu pengetahuan kami khususnya tentang perkembangan moral dan perkembangan remaja.

 

 

BAB II

Pembahasan

 

  1. A.   Perkembangan Moral Remaja

Moral berasal dari kata Latin “mos” (Moris), yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan/niali-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Misalnya:

  1. Seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan, memelihara kebersihan dan memelihara hak orang lain, dan
  2. Larangan mencuri, berzina, membunuh, meminum-minumanan keras dan berjudi.

Perkembangan moral (moral development) berhubungan dengan peraturan-peraturan dan nilai-nilai mengenai apa yang harus dilakukan seseorang dalam interaksinya dengan orang lain. Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.

Selain itu juga ada lima perubahan dasar dalam moral yang harus dilakukan oleh remaja yaitu :

  1. Pandangan moral individu semakin lama semakin menjadi lebih abstrak dan kurang konkret.
  2. Keyakinan moral lebih berpusat pada apa yang benar dan kurang pada apa yang salah. Keadilan muncul sebagai kekuatan moral yang dominan.
  3. Penilaian moral menjadi semakin kognitif. Ia mendorong remaja lebih berani menganalisis kode sosial dan kode pribadi dari pada masa anak-anak dan berani mengambil keputusan terhadap berbagai masalah moral yang dihadapinya.
  4. Penilaian moral menjadi kurang egosentris.
  5. Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi dan menimbulkan ketegangan psikologis.

 

 

B . Perkembangan Keagamaan Remaja

Agama, seperti yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terdiri atas suatu sistem tentang keyakinan-keyakinan, sikap-sikap dan praktek-praktek yang kita anut, pada umumnya berpusat sekitar pemujaan.

Penemuan lain menunjukkan, bahwa sekalipun pada masa remaja banyak mempertanyakan kepercayaan-kepercayaan keagamaan mereka, namun pada akhirnya kembali lagi kepada kepercayaan tersebut. Banyak orang yang pada usia dua puluhan dan awal tiga puluhan, tatkala mereka sudah menjadi orang tua, kembali melakukan praktek-praktek yang sebelumnya mereka abaikan (Bossard dan Boll, 1943).

Salah satu area dari pengaruh agama terhadap perkembangan remaja adalah kegiatan seksual. Walaupun keanakaragaman dan perubahan dalam pengajaran menyulitkan kita untuk menentukan karakteristik doktrin keagamaan, tetapi sebagian besar agama tidak mendukung seks pranikah.

Oleh karena itu, tingkat keterlibatan remaja dalam organisai keagamaan mungkin lebih penting dari pada sekedar keanggotaan mereka dalam menentukan sikap dan tingkah laku seks pranikah mereka. Remaja yang sering menghadiri ibadat keagamaan dapat mendengarkan pesan-pesan untuk menjauhkan diri dari seks.

Remaja masa kini menaruh minat pada agama dan menganggap bahwa agama berperan penting dalam kehidupan. Minat pada agama antara lain tampak dengan dengan membahas masalah agama, mengikuti pelajaran-pelajaran agama di sekolah dan perguruan tinggi, mengunjungi tempat ibadah dan mengikuti berbagai upacara agama.

 

 

Adapun penghayatan keagamaan remaja adalah sebagai berikut:

  1. 1.     Masa awal remaja (12-18 tahun) dapat dibagi ke dalam dua sub tahapan sebagai berikut:

 

v Sikap negatif (meskipun tidak selalu terang-terangan) disebabkan alam pikirannya yang kritis melihat kenyataan orang-orang beragama secara hipocrit (pura-pura) yang pengakuan dan ucapannya tidak selalu selaras dengan perbuatannya.

v Pandangan dalam hal ke-Tuhanannya menjadi kacau karena ia banyak membaca atau mendengar berbagai konsep dan pemikiran atau aliran paham banyak yang tidak cocok atau bertentangan satu sama lain.

v Penghayatan rohaniahnya cenderung skeptic (diliputi kewas-wasan) sehingga banyak yang enggan melakukan berbagai kegiatan ritual yang selama ini dilakukannya dengan kepatuhan.

2.  Masa remaja akhir yang ditandai antara lain oleh hal-hal berikut ini:

v Sikap kembali, pada umumnya, kearah positif dengan tercapainya kedewasaan intelektual, bahkan agama dapat menjadi pegangan hidupnya menjelang dewasa.

v Pandangan dalam hal ke-Tuhanan dipahamkannya dalam konteks agama yang dianut dan dipilihnya.

v Penghayatan rohaniahnya kembali tenang setelah melalui proses identifikasi dan merindu puja ia dapat membedakan antara agama sebagai doktrin atau ajaran dan manusia penganutnya, yang baik shalih) dari yang tidak. Ia juga memahami bahwa terdapat berbagai aliran paham dan jenis keagamaan yang penuh toleransi seyogyanya diterima sebagai kenyataan yang hidup didunia ini.

 

 

 

 

C. Ciri Remaja yang Baik

  • Ø Saling Tolong Menolong

Tolong-menolong tersebut terbatas kepada hal-hal yang bersifat positif saja, tidak pada yang negatif. Misalnya kita tidak boleh menolong si penjahat untuk memudahkan ia melakukan kejahatannya. Demikian pula kita tidak boleh menolong orang lain menunjukkan tempat yang di dalamnya terdapat kemaksiatan. Karena menolong yang demikian sama artinya dengan kita menjerumuskan orang lain, bahkan menjerumuskan diri  sendiri.

Dalam hal ini terdapat aturan-aturan yang harus dilakukan, yaitu seorang siswa hormat kepada tetangganya, seorang penduduk suatu tanah air, hormat pada tanah ainya, dan sebagai suatu bangsa hormat pada bangsanya, dan sebagai penganut agama, hormat pada agamanya, demikian seterusnya.

  • Ø Saling Menasehati

Saling menasihati sebenarnya termasuk bagian dan saling menolong. Menasehati Namun saling menasihati sifatnya lebih khusus kepada saling tolong-menolong kepada hal-hal yang lebih bersifat pemikiran dan gagasan-gagasan guna memecahkan berbagai kesulitan yang dihadapi.

Untuk mencapai kebutuhan hidup, manusia mau tidak mau ia harus menjalin hubungam dengan orang lain yaitu melakukan kerjasama, tolong-menolong, saling menghormati dan menasihati. Hal tersebut dilakukan dengan cara-cara yang sudah diatur dalam agama seperti adab kesipanan atau akhlakul karimah dengan tetangga, guru, orang tua,: teman dan sebagainya.

  • Ø Memelihara Kelestarian Alam Sekitarnya

Alam dan isinya diciptakn Allah untuk kepentingan manusia Allah maha adil lagi maha bijaksana. Sebelum menciptakan manusia Ia telah menciptakan langit dan bumi lengkap dengan isinya untuk kepentingan manusia. Selain itu Allah telah pula melengkapi manusia dengan akal. Dengan akal manusia dapat memanfaatkan alam lingkungannya dan untuk kesejahteraan hidupnya. Dengan demikian manusia dapat memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat kelah.

 

 

D. Tugas para Remaja

  1. Mengganti konsep moral khusus dengan konsep moral umum.
  2.  Merumuskan konsep moral yang baru dikembangkan ke dalam kode moral sebagai kode prilaku.
  3. Melakukan pengendalian terhadap perilaku sendiri.
  4. Mencapai relasi yang lebih matang dengan teman seusia dari kedua jenis kelamin.
  5. Mencapai peran social feminism dan maskulin.
  6. Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif.
  7. Mempersiapkan untuk karier ekonomi.
  8. Meminta, menerima, dan mencapai perilaku bertanggung jawab secara social.
  9. Mencapai kemandirian secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
  10. Mempersiapkan untuk menikah dan berkeluarga.
  11. Memperoleh system etis untuk mengarahkan prilaku.

 

E. Perubahan yang Terjadi pada Remaja

  1. Perubahan Fisik pada Remaja
    seperti : Tinggi badan, berat badan, proporsi tubuh, organ seksual dan karakteristik sex sekunder
  2. Emosionalitas Masa Remaja
    Disebut juga masa “strom and stress”, dimana terjadi peningkatan ketegangan emosional yang dihasilkan dari perubahan fisik dan hormonal sehingga sering kali tidak dapat dikontrol. Misalnya, pada usia 14 tahun, remaja menjadi mudah marah, mudah gembira dan bias meledak secara emosional, sedangkan pada usia 16 tahun mereka merasa tidak terlalu khawatir.
    Mereka marah disaat mereka di anggap masih anak-anak atau merasa tidak adil. Dan terkadang remaja juga lebih iri hati terhadap mereka yang punya materi lebih.
  3. Perubahan Sosial pada Masa Remaja

Penyesuaian harus dilakukan terhadap lawan jenis dalam suatu relasi yang sebelumnya tidak pernah ada. Mereka akan menghabiskan waktu mereka di luar rumah dengan teman sebaya mereka, sehingga sangat berpengaruh pada sikap, cara bicara, minat, penampilan dan perilaku remaja. Secara umum dapat dikatakan bahwa minat terhadap lawan jenis meningkat. Selain itu, perubahan social terjadi dalam memilih teman – yang memiliki minat yang sama, membuat merasa aman, dapat dipercaya, dan bisa mendiskusikan yang menurut mereka menarik satu sama lain. Mereka selalu ingin tampil popular dan disukai di lingkungannya..

 

F.  Cara Orang Tua Menangani Masalah Remaja

v Memahami dan mendengarkan keluhan remaja dengan penuh perhatian, pengertian dan kasih sayang.

v Memberikan penghargaan terhadap prestasi studi/prestasi social, seperti olahraga, kesenian atau perbuatan-perbuatan baik yang di tunjukkan remaja, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

v Banyak berdiskusi tentang berbagai hal yang terjadi di lingkungan social maupun lingkungan sekolahnya, serta orientasi masa depan yang akan di rencakan oleh remaja.

v Realitas dan bersikap objektif terhadap anak sehingga idealnya orang tua mengetahui kapasitas anak dan mendiskusikan target apa yang akan di capai.

v Mulai menyertakan remaja dalam pengambilan keputusan keluarga. Hal ini mendidik anak untuk bertanggung jawab dan melatih mereka dalam proses problem solving dan decision making.

v Mendukung ide-ide remaja yang positif.

v Mengawasi kegiatan dan lingkungan social remaja secara proporsional – tidak terlalu ketat ataupun tidak terlalu longgar.

v Jika ada indikasi ketidak beresan yang serius, baik dalam segi fisik maupun psikologis yang cukup mencolok, segera konsultasikan dengan tenaga ahli, seperti dokter atau psikolog.

 

 

 

 

 

 

BAB III

Penutup

  1. A.   Kesimpulan

Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya. Sehingga tugas penting yang harus dikuasai remaja adalah mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompoknya. Sebagai makhluk yang paling sempurna yang dilengkapi akal dan fikiran maka sangat wajar jika manusia juga memikirkan sesama dan alam sekitarnya. Untuk kelangsungan hidup yang lebih mapan tanpa harus saling menjatuhkan dan menindas kaum yang lemah. Perlu adanya pemahaman yang baik, penanganan yang tepat serta kerjasama dari  remaja itu sendiri agar hidup dapat terarah, sehat dan bahagia.

B. Kritik dan saran

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekeliruan didalamnya serta tidak terstrukturnya pola pembahasan yang kami paparkan. Satu hal yang kami pahami bahwa tiada manusia yang sempurna tanpa kesalahan dengan segala yang dimilikinya. Oleh karena itu demi kesempurnaan isi makalah ini, dengan segala kerendahan hati kami memerima saran dan kritikan yang sifatnya membangun, berpijak dari itu makalah yang sederhana ini dapat menambah wawasan keilmuan terutama generasi Islam di masa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

Makalah Moral dan Masalah Remaja

_Wawasan Budi Luhur_

 

 

Disusun oleh :

Hendy Satriawan       à   1112502891

Muntiyara Anindita     à   1112502883

Kelompok : AL

 

Universitas Budi Luhur

2012

3 comments on “Makalah Wawasan Budi Luhur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s